;
Semakin bertambah pesatnya perkembangan area tanaman anggur mengakibatkan kebutuhan bibit semakin meningkat. Padahal untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah banyak tidak mungkin karena pohon induk yang ada sangat terbatas, terutama perbanyakan dengan cara cangkok. Apabila permintaan bibit dalam jumlah banyak berasal dari vatietas anggur yang masih baru, maka semakin terasa akan memenuhi persediaan bibit.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka dikembangkanlah perbanyakan bibit melalui setek cabang maupun setek mata. Perkembangan bibit anggur di Indonesia pada umumnya menggunakan setek. Namun demikian penanaman anggur dengan bibit sambungan ternyata masih mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang baik.
Waktu yang tepat untuk melakukan pembibitan adalah sekitar bulan Desember karena pada Juli hingga November bahan setek tumbuh baik, disamping suhu dan kelembapannya sangat mendukung untuk pertumbuhan bibit.
1. SETEK CABANG
Pembibitan melalui setek cabang hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk siap dipindahkanke lahan kebun. Untuk mendapatkan bibit cabang yang baik dengan persentase keberhasilan bibit tinggi, maka perlu dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut :
- Pilih batang sebagai setek yang diambil dari cabang yang telah berusia ±1 tahun, bentuknya bulat, kulitnya berwarna coklat muda dan cerah, mempunyai diameter batang ±1 cm dan bermata tunas sehat. Adapun cirri mata tunasyang sehat, berukuran besar dan tampak padat.
- Potong cabang terpilih dengan menyertakan 3 mata tunas yang sehat, bagian ujungnya dipotong rata ± 3 cm dari mata tunas dan bagian pangkalnya dipotong meruncing dibawah mata tunas.
- Siapkan kantong polibag yang berisi media campuran pasir, pupuk kandang (halus) dan humus dengan perbandingan 1:1:1. Isi polibag dengan media tersebut sekitar 4/5 bagian tinggi polibag.- Untuk merangsang pertumbuhan akar, bahan setek bisa direndam dalam larutan NAA 50 ppm NAA + beberapa tetes pelarut Amonium Hidroksida lalu ditambahkan aquades sampai volumenya 1 liter.- Bagian ujung batang setek dicelup dalam larutan parafin panas untuk mengurangi resiko kekeringan akibat penguapan yang berlebihan. Selanjutnya bagian pangkal setek direndam larutan NAA 50 ppm selama 12 jam.
- Setek yang telah diperlakukan dalam larutan NAA segera ditanam dalam polibag yang telah disiapkan sebelumnya. Sebagian dari mata teratas + dua mata dibawahnya terbenam dalam media, selanjutnya bibit tersebut diletakkan di tempat yang teduh. Penyiraman dilakukan secukupnya agar bibit tidak mengalami kekeringan.- Dua bulan kemudian bibit telah siap untuk dipindahkan dilahan kebun,setelah tumbuh daun sebanyak 3-5 helai.
Cabang setek
2. SETEK SATU MATA
Perbanyakan dengan setek satu mata lebih efektif karena dari satu cabang dapat dibuat 3-4 batang bibit, sehingga akan diperoleh bibit dalam jumlah banyak walaupun umur pembibitan relatif lebih lama (± 3 bulan).
Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan setek mata satu diantaranya:
- Pilih batang untuk setek yang diambil dari cabang yang telah berumur ± 1 tahun, batang berbentuk bulat, berdiameter ± 1cm, kulitnya berwarna kecoklatan dan bermata tunas sehat.
- Potong cabang terpilih sepanjang 4 cm, mata tunas berada ditengah-tengah setek lalu dicelupkan dalam larutan fungisida mencegah serangan jamur. Bagian ujungnya dipotong rata, sedangkan bagian pangkalnya dipotong meruncing untuk memperluas daerah perakaran.
- Siapkan kantong polibag yang berisi media campuran pasir, pupuk kandang yang halus dan humus dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Isi polibag dengan campuran media tersebut sampai setinggi 4/5 bagian pada kantong polibag.
Setek Satu Mata
- Untuk merangsang pertumbuhan akar, batang setek direndam dalam larutan NAA 50 ppm selama 12 jam. Larutan NAA 50 ppm dapat dibuat dari 5 gr NAA +beberapa tetes Amonium Hidroksida lalu ditambah aquades sampai volumenya 1 liter.- Bagian ujung bahan setek dicelup dalam larutan parafin untuk mengurangi resiko kekeringan akibat penguapan yang berlebuhan. Selanjutnya setek mata disusun pada lembaran karton yang telah dilobangi pada posisi bagian pangkal setek berada disebelah bawah lalu direndam dalam larutan NAA.- Setek yang telah diperlakukan dalam larutan NAA segera ditanam dalam media polibag yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sebagian dari mata tertanam dalam media polibag, lalu bibit tersebut diletakan di tempay yang teduh. Penyiraman dilakukan secukupnya agar bibit tidak terjadi kekeringan.- Tiga bulan kemudian bibit telah siap untuk dipindahkan dilahan kebun.
3. PENYAMBUNGAN
Bibit sambung adalah bibit dari hasil kombinasi dua batang tanaman yang memiliki sifat berbeda, ditumbuhkan menjadi satu tanaman. Hasil bibit sambung ini biasanya memiliki sifat yang lebih unggul daripada tanaman induknya. Batang bawah yang digunakan untuk menyambungan harus mampu menyatu dan mampu mendukung pertumbuhan batang atas tanpa menimbulkan efek yang merugi. Batang atas biasanya diambil dari tanaman yang memiliki sifat pertumbuhan kuat dan hasil produksinya baik. Sedangkan untuk batang bawah biasanya dipilih dari tanaman yang memiliki sistem perakaran kuat dan baik kata (Hartmanm and Kester ditahun 1983).
Adapun cara melakukan pengembangan dapat dilakukan seperti berikut :
- Siapkan batang atas yang telah cukup umurnya dan bertunas sehat serpanjang 4 – 5 cm dengan satu mata / tunas. Potong dibagian bawah tunas miring kekiri dan miring kekanan sehingga berbentuk seperti ujung tombak.
- Siapkan bibit yang telah berumur sekitar 5 bulan dipembibitan sebagai batang bawah, tanaman ini diperkirakan sudah memiliki perakaran yang baik dan kuat.
Cara melakukan penyambungan
- Potong batang bagian bawah sepanjang 20 -30 cm diatas permukaan tanah, lalu belah sampai sepanjang 6 cm dari ujung batang. Masukan batang atas kedalam belahan batang bawah yang telah disiapkan sebelumnya. Selanjutnya sambungan diikat erat-erat dengan menggunakan tali plastik.- Satu minggu setelah penyambungan, bibit segera diperiksa lagi. Bibit sambungan yang telah berhasil menunjukan tunas / mata masih tetap hijau. Setelah bibit berumur 21 hari dari penyambungan, biasanya tunas mulai tumbuh.



0 Komentar untuk "CARA PEMBIBITAN ANGGUR DENGAN SETEK"