PENANAMAN BIBIT ANGGUR DI KEBUN | HOLTICULTURA PENANAMAN BIBIT ANGGUR DI KEBUN - HOLTICULTURA

Mengenal Aneka Tanaman Buah

PENANAMAN BIBIT ANGGUR DI KEBUN

;
A. Cara tanam bibit anggur
Bibit anggur tang telah berumur 2 bulan atau telah keluar 2 – 3daun dipersemaian sudah cukup kuat untuk dipindahkan pada lahan kebun. Pada lokasi yang sulit mendapatkan air sebaiknya penanaman bibit dilakukan pada saat musim penghujan, sedangkan lokasi yang mudah mendapatkan air bisa ditanam pada musim kemarau.
Sekitar lokasi penanaman anggur harus bersih dari sampah maupun tanaman gulma yang bisa mengganggu perkembangan tanaman anggur karena bisa menjadi inang bagi bagi hama dan penyakit. Disamping itu gulma juga merupakan kompetisi utama dalam penyerapan unsur hara pada tanah. Apabila tanaman anggur dilokasi kebun ditanam lebih dari satu pohon, maka harus dibuat jarak tanam 3 m (dalam larikan) x 4 m (antara larikan).
Adapun beberapa tahap yang perlu dilakukan saat penanaman bibit dilokasi kebun agar diperoleh perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, yakni :
- Membuat lubang tanam kembali pada persiapan lubang tanam (0,5 m x 0,5 m x 0,5 m ) yang telah dilakukan sebelumnya untuk penanaman bibit anggur. Ukuran lubang tanam cukup sebatas media bibit dalam polibag.

- Pilih bibit anggur yang telah cukup umurnya, pertumbuhannya baik dan bibitnya tidak terserang hama maupun penyakit.

- Saat melakukan penanaman bibit anggur, buang kantong polibag atau keranjang bibit secara hati-hati dengan memotong vertikal dari atas ke bawah untuk memudahkan pengambilan bibit. Agar gumpalan tanah sekitar perakaran tidak pecah sebaiknya media bibit disiram air terlebih dahulu sebelum ditanam.

- Masukan bibit anggur kedalam lubang tanam hingga sebatas permukaan media bibit dan sedikit dilakukan penekanan tanah disekitar bibit.

- Untuk mempertahankan kesegaran bibit sebaiknya diberi pelindung agar tidak terkena langsung panas matahari. Disamping itu jugaperlu diberi penopang ( rambatan ) agar tidak patah oleh tiupan angin.

- Tanaman yang baru ditanam harus dilakukan penyiraman secara rutin terutama pada musim kemarau. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat perkembangan akar tanaman karena berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selanjutnya.
B. Pembuatan Rambatan
Kegiatan selanjutnya setelah bibit anggur ditanam adalah membuat para-para untuk rambatan pertumbuhan anggur. Pembuatan para-para juga bisa dibuat sebelum penanaman bibit. Ada beberapa bentuk rambatan untuk tanaman anggur yakni rambatan Para-para, rambatan bentuk T dan Kniffin.
I. Rambatan bentuk Para-para
Rambatan bentuk para-para ini sangat baik digunakan pada tanaman anggur karena memiliki bidang rambatan luas sehingga pertumbuhan cabang dan daun lebih baik. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan para-para selain memudahkan para penanaman untuk mengatur rambatan, pemeliharaan tanaman dan melakukan panen, tanaman anggur akan mendapatkan penyinaran matahari yang cukup sangat membantu kegiatan fotosintesis sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buahnya. 
Rambatan bentuk ini banyak diterapkan oleh para petani anggur baik di pulau Jawa maupun diluar pulau Jawa. Tiang untuk menyangga para-para bisa terbuat dari balok kayu, besi atau bambu utuh yang sudah tua. Rambatan para-para dibuat dengan ukuran tinggi 2 m, bagian atas dipasang belahan banbu atau kawat yang terentang kearah memanjang dan melebar sebatas tiang rambatan yang terbentuk bujur sangkar berukuran 30 cm x 30 cm. Lubang para-para ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara dan memudahkan perawatan tanaman seperti pemangkasan, penyemprotan hama dan penyakit serta panennya.
Setelah batang anggur mencapai para-para hingga sepanjang 1 meter diatas para-para, bagian ujung dipangklas sehingga tumbuh cabang primer. Cabang-cabang primer yang telah tumbuh memanjang harus diatur sedemikian rupa agar tidak saling menutupi terutama pada bagian daunnya dan setelah mencapai panjang 1 meter, bagian ujungnya dipangkas lagi. Pemangkasan yang sama juga dilakukan pada cabang-cabang sekunder.
Rambatan bentuk para-para lebih banyak diterapkan oleh petani anggur.
2. Rambata bentuk T
Rambatan bentuk T ini sebenarnya lebih praktis karena merupakan deretan tiang-tiang berbentuk T yang berjarak 3-4 meter antara satu tiang tiang berikutnya.
Rambatan bentuk T
Pada rambatan bentuk T ini, pemasangan antara satu tiang dengan tiang sebelahnya berjarak sekitar 3 m dan tinggi tiang ±1,5 m. Dibagian atas tiang dibuat palang rentang kawat berjarak 30 cm. Jumlah rentang kawat sebanyak 5 kawat.
3. Rambatan Kniffin
Di negara Australia, Amerika bagian Selatan dan negara maju lainnya banyak para petani anggur yang menggunakan rambatan Kniffin ( berupa pagar). Sistem rambatan ini juga sering diterapkan pada lahan yang luas seperti diperusahaan perkebunan anggur. Rambatan Kniffin dibuat memanjang sehingga bentuknya seperti pagar dan pada rentangan kawat tersebut merupakan tempat rambatan tanaman anggur sehingga menyerupai pagar hidup.
Ada tiga model sistem Kniffin yang bisa diterapkan pada pertanaman anggur yakni sistem dua kawat, sistem tiga kawat dan umbella kniffin training. Untuk memperkuat posisi rentang kawat maka pada jarak 3-5 m dibuat tiang-tiang kayu yang kuat sebagai tempat pengikatan rentang kawat, tinggi tiangantara 1,5-2 m. Rentangan kawat yang disusun berjajar pada tiga tingkatan dapat dibuat seperti berikut :

- Rentangan kawat paling bawah (tingkat I) dipasang sekitar 75 cm diatas permukaan tanah. 

- Rentangan kawat diatasnya (tingkat II) dipasang pada jarak 135 cm dari permukaan tanah.. 

- Untuk rentangan kawat paling atas (tingkat III) dipasang pada jarak 190 cm dari permukaan tanah.

Rambatan Sistem Kniffin
Sistem rambatan Kniffin ini memiliki beberapa kelebihan khususnya dalam pemeliharaan tanaman seperti saat melakukan penyemprotan hama / penyakit tanaman, kelembapan kebun tetap terjaga, memudahkan pemangkasan dan panen. Ditinjau dari segi pemanfaatan sinar, tanaman akan lebih sempurna dalam mendapatkan sinar matahariuntuk kegiatan fotosintetis sehingga diharapkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih sempurna. Sayangnya rambatan sistem Kniffin ini belum nampak diterapkan di Indonesia, sebagian besar petani kita umumnya menggunakan rambatan sistem para-para karena lebih aman terhadap gangguan hewan piaraan terutama pada lahan padat penduduk. Penanaman anggur dengan sistem Kniffin di daerah padat penduduk kurang cocok karena tanaman mudah rusak oleh gangguan piaraan.
0 Komentar untuk "PENANAMAN BIBIT ANGGUR DI KEBUN"
Back To Top